Actanews.id – Sepanjang tahun 2024, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi mencatatkan kinerja yang patut diapresiasi. Hingga awal Desember, petugas berhasil menangani 559 kasus, terdiri dari 175 kebakaran dan 384 kasus non-kebakaran.
Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, mengungkapkan bahwa sebagian besar kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek listrik. “Sebanyak 80 persen kasus kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. Sisanya akibat kelalaian penggunaan kompor dan faktor lainnya,” jelas Yoppy.
Ia menambahkan, perubahan daya listrik rumah tangga yang tidak diiringi pembaruan instalasi sering kali menjadi penyebab utama korsleting. “Banyak rumah yang awalnya memakai daya 450 VA kini ditingkatkan menjadi 900 VA atau lebih, tetapi instalasi listriknya tidak diperbarui. Beban berlebih ini bisa memicu kebakaran,” tambahnya.
Dinas Damkarmat Banyuwangi juga aktif melakukan langkah preventif untuk mengurangi risiko kebakaran. Melalui inspeksi sarana proteksi kebakaran, edukasi masyarakat, hingga sosialisasi daring, mereka berupaya meningkatkan kesadaran warga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mematikan dan mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan, serta tidak meninggalkan kompor menyala. Selain itu, periksa secara berkala selang regulator dan kompor gas untuk mencegah kebocoran,” pesan Yoppy.
Ia juga meminta warga berhati-hati saat membakar sampah, terutama di musim kemarau. “Jika harus membakar, pastikan pembakaran diawasi dengan baik,” tegasnya.
Selain menangani kebakaran, Damkarmat Banyuwangi juga berperan penting dalam berbagai kasus non-kebakaran. Dari menangkap ular dan mengusir tawon berbahaya hingga menyelamatkan hewan terjebak dan melepas cincin yang tersangkut di jari, petugas selalu siap membantu masyarakat.
“Kami juga kadang menerima laporan unik, seperti mengusir monyet liar atau menyelamatkan HP yang jatuh ke lubang,” pungkas Yoppy.
