Demokrat Banyuwangi Ajak Warga Jadi Aktor Demokrasi, Michael Edy: Jangan Sekadar Penonton Lima Tahunan

Foto : Michael Edy Hariyanto, SH., MH.

BANYUWANGI, Actanews.id  – Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, melontarkan refleksi tajam terkait dinamika politik di tengah masyarakat. Melalui video yang diunggah baru-baru ini, ia mengajak publik untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam pesta demokrasi, melainkan tampil sebagai aktor utama yang menentukan arah masa depan daerah dan bangsa.

Menurut Michael, masih banyak masyarakat yang memaknai politik sebatas rutinitas lima tahunan saat pemilu berlangsung. Padahal, politik sejatinya merupakan instrumen strategis yang berdampak langsung pada arah kebijakan, pembangunan daerah, hingga kesejahteraan rakyat.
“Politik itu bukan hanya soal pemilu. Ini soal bagaimana arah kebijakan ditentukan dan siapa yang diberi mandat untuk menjalankannya,” ujarnya, Jumat, (20/2/2026).

Ia menekankan pentingnya kedewasaan politik dalam menentukan pilihan. Kekecewaan terhadap figur yang pernah diberi amanah, kata dia, seharusnya diwujudkan secara rasional melalui mekanisme demokrasi di bilik suara.
“Kalau masyarakat tidak senang dengan oknum yang terpilih, ya jangan dipilih lagi. Pilih yang baik, yang peduli pada rakyat. Itu sebenarnya sederhana,” tegasnya.

Michael juga menyoroti relasi timbal balik antara partai politik dan masyarakat. Ia menilai perubahan tidak bisa hanya dituntut dari partai, tetapi juga harus lahir dari kesadaran pemilih. Kualitas demokrasi, menurutnya, sangat ditentukan oleh kualitas pilihan rakyat.
“Kalau Demokrat berubah tapi rakyat tidak berubah, itu sama saja omong kosong,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan pandangan strategis menghadapi Pemilu 2029. Michael menyebut kemenangan sebagai target realistis sekaligus bentuk tanggung jawab untuk memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat. Namun ia menegaskan, kemenangan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Pernyataan ini dinilai sebagai sinyal awal konsolidasi kekuatan Demokrat Banyuwangi menjelang kontestasi politik mendatang. Di sisi lain, pesan utama yang ditekankan tetap sama: demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud jika partai politik dan masyarakat berjalan beriringan untuk terus berbenah. (*)