BANYUWANGI, Actanews.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Banyuwangi bergerak cepat melakukan pembersihan lumpur pascabanjir yang merendam permukiman warga di Lingkungan Krajan Rukun Tetangga 2 dan 3, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi, pada Senin (17/11/2025) malam.
Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Bagong itu menyebabkan jalan menuju Masjid Mutaqiem dan kawasan permukiman sekitar terdampak cukup parah. Endapan lumpur tebal menutupi akses jalan dan halaman rumah warga.
Untuk mempercepat penanganan, Damkar Banyuwangi mengerahkan dua unit mobil damkar jenis Ajax yang digunakan untuk melakukan penyemprotan di titik-titik terdampak. Pembersihan dilakukan secara maraton sejak malam hari hingga kondisi benar-benar kembali normal.

Kepala Dinas Damkar Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, melalui Humas Damkar Muamar Kadhafi , menjelaskan bahwa titik terparah berada di sekitar jembatan Bagong dan permukiman warga. Di lokasi tersebut, endapan lumpur mencapai ketebalan 10 hingga 15 sentimeter.
“Penyemprotan dilakukan bergantian dengan pengambilan air untuk memastikan seluruh area yang tertutup lumpur bisa dibersihkan. Kami prioritaskan akses jalan dan area yang mengganggu aktivitas warga,” ujar Tafi.
Terkait saluran air yang diduga tertutup lumpur dan sampah, Tafi menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan semaksimal mungkin sesuai kewenangan Damkar. Untuk tindak lanjut, pembersihan saluran akan dikoordinasikan dengan Dinas PU Cipta Karya dan Permukiman Banyuwangi.
Joko (48), warga setempat, menyampaikan apresiasinya terhadap tindakan cepat Damkar Banyuwangi yang dinilai sangat membantu dalam membersihkan lumpur dan memulihkan kondisi lingkungan hingga kembali normal.(tim)
