Banyuwangi, Actanews.id – Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo meriah dengan kunjungan dari tokoh istimewa, pada Minggu (25/2/2024) siang. Brigadir Jenderal TNI AD Muhammad Hasyim Lalhakim SE, M.M, M.Sc, yang menjabat sebagai Asisten Potensi Wilayah (Aspotwil) Kogabwilhan II, mengunjungi rumah kebangsaan yang beralamat di JL Pierre Tendean No 72 B Karangrejo Banyuwangi tersebut.
Tampak hadir dalam diskusi, tokoh agama, tokoh masyarakat, advokat, praktisi, dan penggiat di Banyuwangi serta perwakilan dari Bakesbangpol Banyuwangi. Diantara yang hadir nampak Halili Abdul Ghani, As’ad Mohammad Nagib, Andi Purnama, Fatah Yasin Noer, KH Ikhrom Hasan, H Budi PR, Hakim Said selaku tuan rumah dan tokoh lainnya di Bumi Blambangan, serta para jurnalis.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Muhammad Hasyim Lalhakim mengungkapkan kebahagiaannya atas sambutan hangat masyarakat Banyuwangi yang ramah. “Alhamdulillah saya datang di Banyuwangi ini dengan kondisi sehat, mungkin berkat warga masyarakatnya yang ramah membuat hati ini jadi bahagia,” ujarnya.
Dalam diskusi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam, Brigjen TNI Muhammad Hasyim Lalhakim membagikan wawasan kebangsaan tentang perkembangan dan kemajuan NKRI. Dia menekankan pentingnya komunikasi dan silaturahmi serta memuji potensi Banyuwangi yang luar biasa.
Di tengah diskusi, tokoh lintas agama dari umat Kristiani memberikan masukan yang menginspirasi Brigjen TNI Muhammad Hasyim Lalhakim, untuk melakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan di level atasnya.
Kunjungan Brigjen TNI Hasyim Lalhakim ini membawa semangat kebangsaan yang tinggi dan menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam membangun pertahanan negara serta mewujudkan bangsa yang kuat dan sejahtera.
Diskusi yang berlangsung di Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo tidak hanya hidup dengan materi wawasan kebangsaan, tapi juga membahas potensi pertahanan negara. Brigjen TNI Muhammad Hasyim Lalhakim membagikan pandangannya dan menekankan pentingnya komunikasi dan silaturahmi dalam menjaga keutuhan NKRI.
Semua pihak yang hadir dalam diskusi ini, menunjukkan dukungan mereka terhadap peran negara dan kebangsaan. Mereka menyatakan pentingnya membangun bangsa yang kuat, rukun bersatu, dan berdaya saing tinggi.

Terlebih dalam era digitalisasi, sangat penting untuk meningkatkan nasionalisme generasi muda melalui pendidikan dan wawasan kebangsaan sejak dini.
Hal ini diungkapkan dalam diskusi oleh beberapa tokoh yang hadir, termasuk Cak Slamet dari LSM Format, yang menyoroti pentingnya sistem pendidikan yang membangun rasa bangga dan memiliki bangsa Indonesia.
Kunjungan dan diskusi ini membawa dampak positif dalam membangun semangat kebangsaan dan kesadaran akan peran masyarakat dalam memperkuat pertahanan negara serta mewujudkan bangsa yang lebih kuat dan sejahtera.
