banner 728x250

Bangkit dari Kampung: Dewan Kampung Nuswantara Deklarasi di Malang, Lawan Stigma Negatif

MALANG, actanews.id – Semangat kebangkitan dari akar budaya dan sosial kembali digelorakan melalui deklarasi Dewan Kampung Nuswantara yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (9/11/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan, serta Wakil Menteri Desa Ir. H. Ahmad Riza Patria.

Acara ini menjadi momentum penting bagi gerakan sosial dan kebudayaan yang berupaya mengembalikan makna positif kata “kampung” sebagai sumber nilai, pengetahuan, dan solidaritas bangsa.

Ketua Umum Dewan Kampung Nuswantara, Bambang GW, dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari semangat dan tekad, bukan dari kemewahan penyelenggaraan acara.

“Kami mungkin tidak sempurna, tidak paham protokol atau aturan formal. Tapi kami punya tekad dan semangat untuk membangkitkan kampung di seluruh negeri,” ujarnya.

Bambang menyoroti adanya stigma negatif terhadap istilah ‘kampung’ yang selama ini sering dikaitkan dengan keterbelakangan.

“Selama puluhan tahun, kata ‘kampung’ seolah menjadi hinaan. Orang kampung dianggap tidak berderajat. Padahal kampung adalah sumber pengetahuan, sumber budaya, dan tempat lahirnya tokoh-tokoh besar bangsa,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk mendeklarasikan diri sebagai orang kampung yang berdaya dan berpengetahuan.

“Deklarasi hari ini adalah deklarasi sepihak kita sebagai orang kampung. Mari kita sepakat, kampung adalah sumber dari segala sumber pengetahuan di negeri ini,” serunya disambut tepuk tangan para hadirin.

Lebih jauh, Bambang GW menekankan pentingnya membangun Indonesia dari kampung, karena di sanalah nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal tumbuh. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah meningkatnya potensi intoleransi sosial.

Sementara itu, Wakil Menteri Desa Ir. H. Ahmad Riza Patria dalam sambutannya mengapresiasi langkah Dewan Kampung Nuswantara sebagai wadah penguatan akar sosial masyarakat.

“Kampung adalah akar solidaritas sosial yang mendorong perekonomian rakyat. Dewan Kampung Nuswantara hadir untuk memperkuat solidaritas tersebut,” ujarnya.

Riza Patria menambahkan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak awal berkomitmen membangun Indonesia dari desa ke bawah.

“Pemerintah berkomitmen memperkuat desa sebagai pondasi negara. Dari kampung, kita wujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat,” tandasnya.

Deklarasi ini menjadi simbol kebangkitan nilai-nilai kampung sebagai identitas luhur bangsa. Dari kampunglah peradaban Nusantara tumbuh, dan dari kampung pula semangat Indonesia dibangun.

(XL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *