Surakarta, Actanews.id – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perkerisan mengadakan Upgrading Materi Uji Kompetensi (MUK) Versi 2023, bertema “Meningkatkan Kualitas dan Relevansi Kompetensi”. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, mulai 24-25 Februari 2024, di Museum Keris Nusantara Surakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbarui dan meningkatkan kualitas materi uji kompetensi yang digunakan dalam proses sertifikasi.
Diikuti oleh sebanyak 38 orang Asesor LSP Perkerisan dan Asesi (calon asesor), selaku nara sumber adalah master asesor BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), DR Rony Wardhana, dengan harapan dari kegiatan ini akan dihasilkan Materi Uji Kompetensi (MUK) versi 2023, dan seklaigus menargetkan minimal sebanyak 29 skema. MUK ini selanjutnya akan digunakan untuk melaksanakan Uji Kompetensi.
“Dengan pembaruan materi uji kompetensi sesuai versi terbaru, LSP Perkerisan berkomitmen menjaga relevansi dan daya saing dalam proses sertifikasi. Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat bagi para peserta, dan memperkuat kualitas kompetensi di bidang terkait,” tutur Agung Guntoro Wisnu, selaku Direktur LSP Perkerisan.
Selain itu, lanjut Agung, tujuan upgrade MUK LSP Perkerisan ini untuk memberikan jaminan mutu dari kompetensi serta agar para asesor dapat merampungkan penyusunan MUK versi 2023, guna mendukung kelancaran kegiatan LSP Perkerisan.
“Upgrading MUK Versi 2023 ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman Asesor Kompetensi di lingkungan LSP Perkerisan,” tandas Agung.
Dengan banyaknya jumlah peserta asesor kompetensi di kegiatan ini, kegiatan pada hari ke-2 dibagi pada dua tempat, yakni di ISI Surakarta dan Museum Keris Brojobuwono, Karanganyar. Hal ini dilakukan, untuk memastikan bahwa seluruh asesor mampu memahami dan mengimplementasikan MUK tersebut dalam menjalankan proses asesmen.
Sementara, Sekjen SNKI Basuki Teguh Yuwono
dalam arahannya, mendorong agar LSP Perkerisan terus berproses untuk meningkatkan kualitas Asesor, sehingga sertifikasi bagi asesor Perkerisan dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
“Upgrading MUK 2023 ini dianggap sebagai langkah konkret dalam mewujudkan tujuan tersebut. Kompetensi terbaru ini sangat penting, untuk pemahaman MUK Versi 2023 bagi Asesor Kompetensi,” terang Basuki.
Master Asesor BNSP, DR Rony Wardhana, memberikan materi tentang MUK Versi 2023. Ia menjelaskan berbagai aspek terkait MUK tersebut, termasuk 29 skema, sehingga diskusi interaktif yang digelar dapat memperkaya pemahaman para peserta. Sehingga kedepannya para asesor dapat lebih mudah mengimplementasikan proses asesmen dengan menggunakan MUK ini.
“Kami mengapresiasi upaya LSP Perkerisan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan sertifikasi bagi asesor Perkerisan. Semoga LSP Perkerisan terus berproses untuk meningkatkan kualitas tersebut, sehingga sertifikasi bagi asesor Perkerisan dapat dilaksanakan dengan lebih baik,” harap DR Rony.
Upgrading MUK Versi 2023 di LSP Perkerisan menjadi simbol komitmen lembaga dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Asesor Kompetensi, serta berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan sertifikasi di lingkungan LSP Perkerisan.