banner 728x250

Kantor Kemenag Banyuwangi Berikan Penghargaan Kemangi Award 2024, Lentera Sastra Menjadi Sorotan

Banyuwangi, actanews.id  – Penyelenggaraan acara tahunan Kemangi Award di tahun 2024 oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi, yang digelar di aula MAN 1 Banyuwangi, Sabtu (13/1/2024), mempertunjukkan keindahan gerak tari dan suara anggun, yang  memukau penonton yang hadir dalam acara ini.

Selama beberapa tahun terakhir, Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi telah aktif dalam mengembangkan seni dan budaya di wilayahnya, terutama di bidang sastra. Salah satu wadah kreativitas yang dimiliki adalah komunitas Lentera Sastra, yang menjadi tempat para sastrawan berkreasi.

Kepala MAN 2 Banyuwangi, Saeroji, menyampaikan bahwa perkembangan di bidang seni dan budaya yang tidak bertentangan dengan norma agama harus terus didukung dan dikembangkan secara berkesinambungan.

Hal ini juga diamini oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat,  yang sangat terkesan dengan perkembangan literasi dan sastra di Kabupaten Banyuwangi.

“Dalam perayaan Hari Amal Bakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama, kami juga akan menerbitkan antologi puisi yang ditulis oleh insan Kementerian Agama,” ungkap Chaironi Hidayat.

Dalam acara Kemangi Award ini, pihak penyelenggara memberikan penghargaan kepada individu yang telah berprestasi selama tahun 2023. Semua insan berbakat dan penuh dedikasi di bidang seni dan budaya dihargai dan diakui keberhasilannya melalui penghargaan ini.

Selain memberikan apresiasi kepada insan seni, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan seni yang dimiliki oleh Banyuwangi kepada masyarakat luas.

Ketua Lentera Sastra, Syafaat mengatakan bahwa, dengan adanya Kemangi Award dan keberadaan Lentera Sastra, seni, sastra dan budaya di Kabupaten Banyuwangi semakin berkembang .

“Keikutsertaan Kementerian Agama, dengan “Lentera Sastra” dalam mendukung dan memperhatikan perkembangan seni serta literasi, membuktikan komitmen kami dalam memajukan budaya di Banyuwangi,” jelas Syafaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *