Banyuwangi, actanews.id – Apresiasi Gerakan Literasi Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi telah sukses digelar pada Rabu (27/01/2024) di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi. Acara ini dipersembahkan sebagai bentuk penghargaan kepada 46 tokoh yang dianggap telah memberikan perubahan positif di Kabupaten Banyuwangi.
Tidak hanya para tokoh masyarakat, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan mantan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Polisi Deddy Foury Millewa, S.H., S.I.K., M.I.K. juga turut mendapatkan penghargaan atas kontribusinya dalam memberikan perubahan positif di wilayah tersebut.
Namun, sorotan juga tertuju pada seorang tokoh Kementerian Agama, Dr Moh Amak Burhanudin, yang juga mendapatkan penghargaan sebagai penggerak literasi di Kabupaten Banyuwangi.
Dalam penerimaan penghargaan tersebut, Amak mengenakan batik Lentera Sastra yang melambangkan semangat literasi yang ia gairahkan di wilayah tersebut.
“Penghargaan ini bukan hanya diraih karena diri saya sendiri, tetapi juga merupakan hasil kerja sama insan Literasi Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, terutama Komunitas Lentera Sastra,” ucap Amak.
Selama memimpin Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Amak berhasil memotivasi para anggotanya untuk menerbitkan lebih dari seratus buku literasi.
Amak juga dikenal sebagai seorang penulis yang aktif, termasuk dalam menulis puisi. Meskipun telah dimutasi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Amak tetap berkontribusi dengan mengirimkan puisi-puisi untuk diterbitkan dalam Antologi, seperti kumpulan puisi dalam rangka Harjaba.
“Inspirasi literasi Banyuwangi pantas dijadikan contoh bagi wilayah lain di Indonesia,” ujar Amak dengan semangat.
Penyelenggara kegiatan, Samsudin Adlawi, berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Banyuwangi untuk terus bergerak menuju perubahan yang lebih baik di bidang literasi.
Sementara itu, Ketua Komunitas Lentera Sastra, Syafaat, juga turut hadir dalam acara tersebut. Ia berpendapat bahwa Amak sangat pantas menerima penghargaan ini karena keaktifannya dalam menggairahkan semangat literasi di Kabupaten Banyuwangi.
“Beliau bahkan mengirimkan dua puisi dalam Antologi 78 penyair Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang baru saja dirilis oleh Lentera Sastra pada bulan Januari ini,” ungkap Syafaat.
Pada kesempatan tersebut, beberapa anggota komunitas literasi dan masyarakat juga memberikan testimoni tentang kontribusi Amak dalam mendorong minat baca dan menulis di wilayah tersebut.
“Keberhasilan Gerakan Literasi Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam membangun kesadaran literasi dan menciptakan masyarakat yang lebih berpengetahuan,” harap Syafaat.