Bedah Buku “Tombak Brata” Karya Mpu Perempuan Intan Anggun Pangestu, Terobosan Baru di Dunia Perkerisan

MADIUN, Actanews.id  – Dihari terakhir pameran keris “Keagungan Pusaka Naga Siluman” yang digelar di Pendopo Bupati Rangga Jumeno, Kabupaten Madiun, seminar bedah buku “Tombak Brata”, karya ke 15 tahun 2021 dari Mpu Intan Anggun Pangestu, yang juga telah menghasilkan sebanyak 32 tosan aji, menjadi pusat perhatian, Minggu (14/7/2024). Acara ini dianggap sebagai sebuah terobosan penting dalam dunia perkerisan, menandai kontribusi signifikan dari seorang mpu perempuan yang meneruskan jejak Nyi Sombro.

Buku “Tombak Brata” yang ditulis oleh Mpu Intan, mengupas pengembangan tombak pamor dan motif tinatah yang terinspirasi ajaran Hastabrata. Dalam seminar ini, Mpu Intan menjadi narasumber utama, didampingi oleh pembicara terkemuka seperti, Dr.Ari Wibowo dari Universitas Sebelas Maret Solo, dan moderator Dr.Rony Wardhana, Ketua Komite Skema LSP Perkerisan Indonesia. Seminar ini juga menghadirkan pemantik Gus Bayu Pamungkas, menambah bobot diskusi yang berlangsung.

Agung Guntoro Wisnu, Direktur LSP Perkerisan Indonesia, dalam sambutannya menekankan pentingnya penulisan buku sebagai referensi bagi insan perkerisan. Ia menilai bedah buku ini sebagai kontribusi ilmiah yang sangat penting dalam dunia tosan aji. “Bedah buku ini memperkaya khazanah referensi perkerisan yang masih sangat minim,” ujarnya.

Peserta seminar datang dari berbagai kalangan, termasuk budayawan, kolektor keris, perajin keris, dan masyarakat umum. Moh.Habibi, seorang peserta dari Blora, mengapresiasi kehadiran narasumber tingkat nasional dalam acara ini. “Kehadiran Direktur LSP Perkerisan Indonesia dan lima pengurus SNKI lainnya sangat luar biasa,” katanya.

Dr.Ari Wibowo menyoroti esensi pameran dan sarasehan keris ini yang bertujuan meningkatkan pemahaman tentang nilai spiritual, karakter, dan keluhuran keris. Selain itu, acara ini juga mendalami keragaman, nilai multikultural, dan nilai universal, filosofi, serta aspek spiritual keris.

“Kegiatan ini juga bertujuan memotivasi perajin, khususnya UMKM perajin pande besi, agar meningkatkan produktivitas dan kreativitas mereka melalui tukar pikiran,” tambah Ari Wibowo.

Menutup seminar, Dr.Rony Wardhana menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran akademisi, tokoh masyarakat, budayawan, dan pemangku kepentingan lainnya. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung dan mempromosikan seni budaya lokal. “Acara ini membuktikan bahwa peserta seminar ini adalah penjaga warisan budaya Nusantara yang patut kita banggakan,” pungkasnya.

Seminar bedah buku “Tombak Brata” ini diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat dan memperkuat posisi keris sebagai warisan budaya yang memiliki nilai spiritual, ekonomi, dan teknologi. (I-Triadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *