Bogor, Actanews.id — Gelombang dukungan terhadap langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mengusulkan pelarangan vape terus menguat. Kali ini datang dari kalangan aktivis dan masyarakat sipil di Kota Bogor, Jawa Barat.
Pada Rabu (15/4), organisasi Justicia Networking Forum (JNF) menggelar aksi bertajuk “Masyarakat Bersuara Keras: Liquid Vape Berbahaya” di sebuah gerai kopi di Kota Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan pemuda, mahasiswa, dan elemen masyarakat.
Dalam aksi tersebut, peserta melakukan happening art dengan membuang puluhan alat isap vape dari berbagai merek ke dalam tong sampah. Aksi simbolis ini menjadi bentuk penolakan tegas terhadap peredaran vape sekaligus dukungan terhadap rekomendasi BNN.
Koordinator JNF, Anto Yulinanto, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh serta apresiasi atas langkah Kepala BNN, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, yang mengusulkan pelarangan vape dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Narkotika dan Psikotropika. RUU tersebut saat ini telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026 di DPR RI.
Menurut Anto, usulan tersebut merupakan langkah progresif dalam merespons dinamika penyalahgunaan narkotika yang semakin kompleks. Ia menyoroti bahwa vape kerap disalahgunakan sebagai media konsumsi zat terlarang, termasuk narkotika sintetis seperti THC.
“Keberadaan vape yang mudah diakses generasi muda berpotensi menjadi pintu masuk awal penyalahgunaan narkoba. Karena itu, penguatan regulasi menjadi sangat relevan dan mendesak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan yang tengah dibahas bukan untuk mematikan usaha para pelaku industri vape, melainkan untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya yang lebih besar.
“Yang ditertibkan adalah bahayanya, bukan usahanya. Lebih baik usaha diatur daripada generasi muda hancur. Jangan jadikan vape sebagai tameng peredaran narkoba,” tegas Anto.
JNF menilai langkah BNN sebagai bentuk keberpihakan terhadap perlindungan generasi muda dari ancaman narkotika yang kini semakin terselubung melalui berbagai modus.
Ke depan, JNF bersama jaringan aktivis dan elemen masyarakat lainnya berencana menggelar aksi serupa di berbagai daerah.

Mereka juga mengajak masyarakat, khususnya pengguna vape, untuk menghentikan kebiasaan tersebut karena dinilai berbahaya bagi kesehatan dan berpotensi disalahgunakan. (ROE)
