Actanews.id – Dikenal sebagai “Sunrise of Java,” Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur tidak hanya memikat dengan keindahan alamnya yang menawan, tetapi juga dengan kekayaan seni dan budaya yang beragam. Dua remaja berbakat, Gresia (18) dan Gladys (17), pelajar SMA Negeri 1 Gambiran, berdedikasi untuk mengangkat nama daerah mereka melalui tari tradisional Banyuwangi.
Sejak tahun 2016, Gresia dan Gladys aktif berpartisipasi dalam berbagai gelaran tari, termasuk Gandrung Seru. Prestasi mereka tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga hingga Jawa Tengah dan berbagai daerah lainnya, di mana mereka telah mewakili Banyuwangi untuk mempromosikan tarian khas daerah mereka.
Dalam wawancara dengan Actanews.id, Senin (3/6/2024), Gresia menceritakan awal mula kecintaannya terhadap tari bersama Gladys. “Awalnya, ini hanya hobi yang kami tekuni bersama. Namun, seiring berjalannya waktu, kami sering mewakili sekolah dan Banyuwangi dalam berbagai acara tari Gandrung maupun tari kreasi lainnya,” ungkap Gresia.


Gresia dan Gladys tidak hanya menari untuk kesenangan pribadi, tetapi juga memiliki niat besar untuk daerah mereka. “Kami berharap, Banyuwangi dapat lebih maju dengan adanya sektor pariwisata dan seni budaya yang berkembang,” ujar Gresia setelah tampil dalam acara “BANJOEWANGI KOLO SEMONO” di halaman Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.
Rasa bangga pun disampaikan Gresia atas perkembangan seni tari di daerahnya. “Setiap tahun, banyak karya seni dari teman-teman di sanggar yang lain. Seni tari banyak berkembang dengan kreasi-kreasi baru. Jadi rasanya bangga, kami bisa tampil dan ikut melestarikan seni budaya Banyuwangi,” tambahnya.

Dedikasi Gresia dan Gladys menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Banyuwangi untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya daerah, agar dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas, baik di Indonesia maupun di kancah internasional.
