Actanews.id – Dorongan untuk mengalihkan saham Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG) ke Dana Abadi kembali menguat. Ruliyono, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, yang akrab disapa Ruli, merekomendasikan agar Pemkab segera merancang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Dana Abadi, yang kemudian bisa diajukan ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).
Ruli mengungkapkan, saat ini nilai saham Pemkab di PT MCG terus merosot, dengan jumlah lembar saham yang tersisa sekitar 973 juta lembar atau setara lebih dari Rp 2,1 triliun. Meski belum bisa dijual saat ini, persiapan untuk pengalihan saham tersebut perlu dimulai sejak dini.
“Pemkab Banyuwangi sudah sepakat untuk mengalihkan saham di PT MCG menjadi Dana Abadi. Jadi ketika harga saham naik, seluruh saham bisa langsung dijual, dan kita sudah siap dari sisi regulasinya,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi ini.
Menurut Ruli, desakan pengalihan saham ini dilandasi oleh alasan keamanan, mengingat nilai saham PT MCG yang terus menurun. Beberapa tahun lalu, nilai saham tersebut diperkirakan mencapai Rp 5 triliun, namun kini terus merosot. Tanpa jaminan keamanan nilai saham, Ruli berpendapat lebih baik saham tersebut dijual untuk memastikan keamanan aset Pemkab.
Pada rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang membahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2023, Kamis (16/5/2024), Pemkab tidak dapat memberikan jaminan apakah saham di PT MCG akan aman. Ruli mencontohkan perusahaan besar seperti Nokia yang bisa bangkrut sebagai peringatan akan risiko yang dihadapi.
“Kami pikir akan lebih aman jika saham tersebut diwujudkan menjadi Dana Abadi. Namun untuk saat ini, kita perlu menunggu hingga nilai saham naik sebelum dijual,” jelas Ruli.
Ruli juga mencontohkan Kabupaten Bojonegoro yang telah menerapkan Perda Dana Abadi, khususnya untuk pendidikan, yang dananya berasal dari dana bagi hasil minyak dan gas (DBH Migas). Ia yakin Banyuwangi dapat memberlakukan aturan serupa, dengan manfaat yang besar bagi masyarakat.
Seluruh dana dari penjualan saham tersebut dapat didepositokan di bank pemerintah, dan bunganya bisa digunakan untuk berbagai program pembangunan, pemberdayaan desa, pendidikan, dan lainnya. Ruli yakin bahwa langkah ini strategis untuk kepentingan jangka panjang masyarakat Banyuwangi.
“Kami percaya bahwa pengalihan saham Pemkab Banyuwangi di PT MCG ke Dana Abadi adalah langkah yang tepat dan strategis. Dana tersebut tidak akan habis dan bisa digunakan untuk kepentingan jangka panjang masyarakat, menciptakan lebih banyak peluang dan manfaat bagi anak cucu kita,” tegas Ruli.
