KPK-RI Gelar Bimtek di Banyuwangi, KPB Berkomitmen Kawal Pembangunan Bebas Korupsi

Actanews.id – Dalam upaya memperkuat integritas dan transparansi dalam pembangunan daerah, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Kabupaten Banyuwangi. Acara ini mendapat sambutan baik dari Komunitas Pemerhati Banyuwangi (KPB), sebuah organisasi kemasyarakatan dan kontrol sosial di Rogojampi, yang turut berkomitmen mendukung pembangunan bebas korupsi.

Bimtek KPK yang digelar mulai Selasa (14/5/2024) lalu, diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk organisasi masyarakat, pemuda, mahasiswa, hingga birokrat daerah. Banyuwangi dipilih sebagai tuan rumah karena potensinya yang besar dalam pembangunan, sehingga keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengawal proses tersebut.

“Kami berharap hasil dari Bimtek tersebut dapat diaplikasikan dengan optimal demi pembangunan Banyuwangi yang lebih baik dan bebas korupsi,” ujar Agung Suryawirawan, selaku ketua KPB, Rabu (15/4/2024).

Namun, Agung juga mengingatkan bahwa meskipun Banyuwangi selama 1 dekade ini  relatif tidak ada yang tersandung dari kasus korupsi besar, masih ada tantangan seperti praktik gratifikasi dan ketidaktransparanan, yang bisa merugikan masyarakat.

“Gratifikasi ini sulit untuk dicegah dan dampaknya sangat merugikan. Mari kita kawal bersama agar pembangunan dilakukan dengan jujur, adil, dan bermartabat,” ajaknya.

Agung menekankan pentingnya pengawasan terhadap praktik penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat. “Dampak korupsi sangat merugikan, terutama pada kualitas infrastruktur. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah,” tambahnya.

KPB juga menyoroti kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat seperti NH dan polemik kurangnya transparansi terkait saham BSI, sebagai pengingat bahwa kewaspadaan terhadap kasus korupsi harus terus ditingkatkan.

“Kekuasaan, politik, dan birokrasi membuat  mempunyai kewenangan  lebih dan peluang  besar untuk melakukan tindakan korupsi. Harus kita awasi waspadai bersama, dengan dengan langkah tegas,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *