Pembongkaran Bangunan Terakhir Frontage Road Waru–Buduran Ditargetkan Tuntas Senin, Pengaspalan Segera Menyusul

SIDOARJO — Pembangunan Jalan dan Jembatan Frontage Road Waru–Buduran di Kabupaten Sidoarjo terus dikebut. Pembongkaran bangunan terakhir yang menjadi kendala pekerjaan ditargetkan selesai paling lambat Senin, 12 Oktober 2026. Setelah itu, kontraktor diharapkan segera melanjutkan pekerjaan pengaspalan.

Proyek yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo ini memiliki pagu anggaran Rp3,75 miliar, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp3.749.990.515,78. Tender proyek dimenangkan CV Jaya Mulia dengan nilai penawaran terkoreksi Rp.2.999.992.412,62.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan pengaspalan ruas jalan tersebut rampung pada pertengahan Desember 2026. Pembangunan frontage road ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Waru–Sidoarjo yang semakin padat.

Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Mohammad Machmud, saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (9/10/2026), mengatakan bahwa pembongkaran bangunan terakhir di persimpangan ruas tersebut telah dikoordinasikan bersama sejumlah pihak terkait.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi secara komprehensif, baik dengan pihak KAI, Kejaksaan, maupun tim teknis terkait. Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati bahwa paling lambat Senin mendatang bangunan terakhir ini sudah selesai dibongkar secara total,” ujar Machmud.

Di tengah percepatan proyek, persoalan ganti biaya pembangunan masih menjadi perhatian penghuni bangunan yang akan dibongkar.

Darwin, salah satu penghuni, menyatakan memahami bahwa pembongkaran dilakukan demi kepentingan umum. Namun, ia berharap kejelasan mengenai biaya pembangunan yang sebelumnya disebut telah disepakati dapat segera diberikan.

“Saya menyadari ini untuk kepentingan umum. Saya hanya perlu ganti biaya pembangunan. Dulu sudah ada kata sepakat soal angka dengan Pak Iwan, tetapi sekarang belum ada kejelasan karena informasinya beliau sudah pindah ke dinas lain,” ungkap Darwin.

Ia menambahkan, dalam rapat sebelumnya dirinya turut hadir. Menurut Darwin, dalam pertemuan tersebut Machmud menyerahkan keputusan kepada Purwanto selaku Kepala Bidang Jalan dan Jembatan.

Harapan Darwin tersebut menjadi bagian dari persoalan yang perlu dituntaskan agar pelaksanaan pembangunan berjalan lancar, tanpa mengabaikan kejelasan penyelesaian hak-hak pihak yang terdampak.

Kontraktor Optimistis Proyek Selesai Tepat Waktu

Fotp : Romadhon  (kaos biru) dari CV Jaya Mulia saat istirahat di warung lokasi dekat frontage buduran.
Foto : Romadhon (kaos biru) dari CV Jaya Mulia saat istirahat di warung lokasi dekat frontage buduran.

Sementara itu, Romadhon, perwakilan CV Jaya Mulia, mengatakan bahwa pekerjaan selama ini terkendala keberadaan bangunan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kondisi tersebut membatasi ruang gerak pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Selama ini terkendala adanya bangunan milik KAI. Insyaallah minggu depan bangunan tersebut sudah roboh, dan selanjutnya kami bisa segera melakukan pengaspalan,” kata Romadhon, Jumat siang.

Ia optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sehingga jalan tersebut bisa segera dimanfaatkan masyarakat.

Dengan target pembongkaran pada 12 Oktober dan pengaspalan yang direncanakan menyusul, penyelesaian frontage road Waru–Buduran kini bergantung pada tuntasnya kendala di lapangan serta kelancaran tahapan pekerjaan berikutnya. (Agus)