Foto : Pekerja sedang mennyelesaaikan pembangunan septictank dan sumur resapan di kawasan Kalirejo
Pasuruan,Actanews.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mendorong penataan kawasan kumuh melalui pembangunan sarana sanitasi bagi masyarakat. Program tersebut menyasar sebanyak 97 titik rumah yang ada di 3 Dusun di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton.
Meluiui Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman (DPKP), Pemkab Pasuruan menata kawasan kumuh ini yang juga menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Pasuruan di masa kepemimpinan Bupati Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati Shobih Asrori. Selain memperbaiki kondisi lingkungan, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan fasilitas sanitasi yang layak.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah warga Dusun Tawangsari, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton. Bantuan berupa pembangunan WC, Septictank beserta resapan dan fasilitas sanitasi mendapat sambutan positif dari warga setempat.
Fadoli, warga Dusun Tawangsari, mengaku senang mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga karena selama bertahun-tahun belum pernah mendapatkan bantuan serupa.
“Senang mendapatkan bantuan WC dan sanitasinya dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Selama ini belum pernah ada bantuan sama sekali selama bertahun-tahun,” ujar Fadoli, Rabu, (7/10).
Menurutnya, keberadaan fasilitas sanitasi yang layak sangat dibutuhkan masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, pembangunan sanitasi juga diharapkan dapat membuat lingkungan menjadi lebih sehat dan tertata.
Program penataan kawasan kumuh tersebut diharapkan dapat terus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang selama ini belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.
Cahyo, pelaksana lapangan dari CB Cahya Grafika mengatakan, saat ini kegiatan dikebut untuk menyelesaikan 97 titik pembangunan WC, Septictank dan resapannya yang ada di Kalirejo. Bahkan beberapa item kegiatan sudah ada yang mencapai 50 persen.

Secara keseluruhan kegiatan capaian progres sudah mencapai 35 persen lebih. Dengan rincian pemasangan Septictank dan resapan sudah mencapai 50 persen. Sedangkan WC atau kloset jongkok sudah diangka 25 persen. c.
“Alhamdulillah progres secara keseluruhan kegiatan sudah mencapai 35 persen lebih. Namun capaian progres per item kegiatan sudah ada yang mencapai 50 persen untuk septictank dan 25 persen pada pembangunan klosetnya,” pungkas Cahyo yang optimis kegiatan akan terselesaikan sebelum masa berakhir jadwal kontrak. (Tya)
