Banyuwangi – Gelombang protes kembali mencuat di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Aliansi Masyarakat Penyelamat Desa Kandangan dan Desa Sarongan menyatakan akan menggelar aksi blokade Jalan Lowi di Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, pada 10 hingga 12 Mei 2026.
Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga terhadap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang dinilai belum menepati janji pembangunan jembatan penghubung antarwilayah yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat.
Ketua aliansi, Mohammad Arifin, menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan Desa Sarongan dan Kandangan menuju pusat Kecamatan Pesanggaran.
“Fungsi jalan ini sangat penting, mulai dari jalur pariwisata, pendidikan, hingga akses layanan kesehatan masyarakat,” ujar Arifin, Sabtu (25/04/2026).
Ia mengungkapkan, janji pembangunan jembatan yang sempat disampaikan pada Februari lalu hingga kini belum menunjukkan kejelasan realisasi. Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.
Dalam rencana aksi, warga dari dua desa diminta untuk terlibat aktif dengan mengerahkan sedikitnya 20 orang per RT. Dengan jumlah sekitar 78 RT di wilayah Kandangan dan Sarongan, massa aksi diperkirakan akan cukup besar. Bahkan, warga membuka kemungkinan menutup total akses jalan selama 2 hingga 3 hari sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah daerah.
Selain itu, Arifin juga mengajak para advokat serta pihak-pihak yang peduli terhadap kondisi masyarakat untuk turut mengawal aksi tersebut. Ia menyoroti dampak lain yang dirasakan warga, termasuk perubahan penggunaan lahan dari tanaman kayu ke tebu yang dinilai berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Aliansi juga mempertanyakan transparansi rencana pembangunan infrastruktur di lima desa, termasuk adanya beban biaya yang disebut mencapai Rp2 juta per kepala keluarga.
“Kami masyarakat tidak bersalah, tetapi justru yang menanggung dampaknya. Kami berharap pemerintah tidak lagi mengabaikan aspirasi warga,” tegasnya.
