500 Rampag Barong Meriahkan Peringatan Hari Keris Nasional 2026 di Trenggalek

TRENGGALEK – Peringatan Hari Keris Nasional 2026 di Kabupaten Trenggalek berlangsung meriah. Sebanyak 500 peserta tari Rampag Barong dan atraksi seni jaranan memukau masyarakat di kawasan Pasar Pon Trenggalek, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan yang digelar Paguyuban Parikesit ini juga menghadirkan pameran pusaka yang menampilkan berbagai koleksi bersejarah, seperti keris, tombak, dan benda pusaka lainnya yang sarat nilai filosofis dan historis.

Sejak siang hari, masyarakat tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan rangkaian kegiatan yang memadukan unsur edukasi dan hiburan. Sejumlah komunitas budaya dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam memeriahkan peringatan tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Toni Widianto, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebut, peringatan Hari Keris Nasional tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga sarana edukasi penting bagi generasi muda.

“Pelestarian keris sebagai warisan budaya harus terus diperkuat. Kegiatan seperti ini juga berdampak positif bagi sektor pariwisata dan identitas budaya daerah,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Agustinus Santosa Adiwibowo, menegaskan bahwa Hari Keris Nasional menjadi momentum memperkuat komitmen pelestarian budaya bangsa.

“Sinergi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar warisan budaya tetap hidup dan berkembang,” katanya.

Direktur LSP Perkerisan Indonesia, Agung Guntoro Wisnu, menambahkan bahwa pelestarian keris tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan melalui uji kompetensi.

Ketua Paguyuban Parikesit, Gatot Subagtiono, mengaku bangga atas antusiasme masyarakat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Hal senada disampaikan Koordinator Paguyuban Jaranan Trenggalek, Trimo Dwi Cahyono, yang menilai Rampag Barong dengan ratusan peserta menjadi simbol kebersamaan para pelaku seni tradisional.

Peringatan Hari Keris Nasional 2026 di Trenggalek ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Februari lalu, termasuk uji kompetensi bidang perkerisan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat pelestarian budaya, khususnya keris sebagai warisan bangsa, terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Ilham)