Pasuruan, Actanews.id – Bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan HR Club resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang optimalisasi penyerapan tenaga kerja, Sabtu (14/2).
Penandatanganan berlangsung di Gedung Bupati Pasuruan, bertepatan dengan rapat kerja HR Club yang didukung Bank BJB, Toyota Auto 2000 Pasuruan, dan Klinik Maheswari Husada.
Ketua HR Club Pasuruan, Wahyu Budi Priyanto, mengatakan kerja sama ini dilatarbelakangi masih rendahnya serapan tenaga kerja lulusan Balai Latihan Kerja (BLK). Selama ini, rata-rata serapan pascapelatihan hanya sekitar 10 persen.
“Bukan karena kompetensinya kurang, tetapi minimnya komunikasi antara industri dan penyelenggara pelatihan,” ujarnya.
Dengan adanya MoU, HR Club akan menyerahkan hasil Training Need Analysis (TNA) dari 134 perusahaan anggotanya kepada dinas terkait. Data itu memuat kebutuhan riil tenaga kerja sehingga materi pelatihan di BLK dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri. HR Club menargetkan lulusan pelatihan dapat terserap hingga mendekati 100 persen.
“Kalau ada 500 peserta, minimal 450 sampai 500 orang bisa langsung diserap perusahaan anggota,” tegas pria yang akrab disapa Min Hoo.
Dirinya berharap kolaborasi ini menjadi langkah konkret menekan angka pengangguran terbuka yang notabene kabupaten Pasuruan sebagai daerah industri. “Jangan sampai perusahaan banyak, tapi pengangguran juga tinggi,” tambahnya.
MoU ini akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama teknis antara masing-masing perusahaan dan dinas tenaga kerja agar proses rekrutmen lebih sistematis.
Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengapresiasi komitmen HR Club. Ia menegaskan pengurangan pengangguran membutuhkan sinergi pemerintah dan dunia usaha.
“Kami sangat mendukung. Ini langkah luar biasa untuk menekan pengangguran dan meningkatkan daya tarik investasi,” ujarnya.
Bupati berharap kolaborasi ini menjadi titik balik dalam memperkuat posisi Pasuruan sebagai daerah industri yang ramah tenaga kerja dan menarik bagi investor. (*)
