JAKARTA, Actanews.id – Sebuah tindakan heroik kembali mengemuka di dunia transportasi. Seorang sopir truk bernama Aan berhasil mengawal kendaraan Isuzu Panther yang melaju tak terkendali di ruas Tol Jakarta–Cikampek, sebuah aksi yang mengundang perhatian banyak pihak.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap keberaniannya, Aan menerima penghargaan langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho sebagai simbol penghargaan atas aksi cepat, tepat, dan berani yang dilakukan Aan demi keselamatan bersama di jalan raya.
Peristiwa heroik ini terjadi pada 21 Januari 2026, ketika sebuah mobil Isuzu Panther melaju tak terkendali di jalur Tol Jakarta–Cikampek. Belakangan diketahui bahwa pengemudi mobil tersebut meninggal dunia akibat dugaan serangan jantung. Dalam situasi yang penuh bahaya itu, Aan, yang saat itu sedang mengemudikan truk di jalur yang sama, segera mengambil inisiatif untuk mengawal kendaraan tersebut agar tidak membahayakan pengendara lain.
Dengan penuh kehati-hatian, Aan menjaga jarak, mengatur kecepatan, dan memastikan kendaraan tersebut tetap berada di jalur yang aman hingga akhirnya dapat dihentikan tanpa menimbulkan kecelakaan. Aksinya berhasil mencegah potensi kecelakaan lalu lintas beruntun yang dapat merenggut banyak korban jiwa di salah satu ruas tol tersibuk di Indonesia.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyatakan bahwa tindakan Aan adalah teladan nyata tentang pentingnya kepedulian dan tanggung jawab sosial di jalan raya. Ia menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh pengguna jalan.
Penghargaan dari Kapolri ini menjadi simbol bahwa keberanian, kepedulian, dan kemanusiaan di jalan raya adalah nilai-nilai luhur yang harus dijaga dan diapresiasi. Aan kini menjadi contoh hidup bahwa pahlawan keselamatan bisa datang dari siapa saja, bahkan dari balik kemudi sebuah truk. (*)
