Fokus Kembangkan Literasi dan Edukasi “PLAT M”, Moh. Husen Resmi Mundur dari Kepengurusan FRB

BANYUWANGI, Actanews.id — Aktivis literasi dan penulis asal Rogojampi, Moh. Husen, resmi mengundurkan diri dari kepengurusan Forum Rogojampi Bersatu (FRB). Keputusan tersebut disampaikannya dalam rapat pengurus FRB yang digelar pada Sabtu (17/1/2026) lalu, bersamaan dengan pergantian kepemimpinan organisasi.

Dalam rapat itu, tongkat estafet kepemimpinan FRB yang sebelumnya dipegang Irfan Hidayat resmi diserahkan kepada H. Moh. Rofiq sebagai ketua baru. Seiring penetapan ketua baru tersebut, Husen yang menjabat sebagai Sekretaris FRB periode 2024–2026 menyatakan pengunduran dirinya.

Saat dikonfirmasi awak media, Husen membenarkan langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa pengunduran diri itu bukan keputusan mendadak, melainkan telah direncanakan sejak lama.
“Saya memang sudah berniat sejak jauh hari. Jika memasuki awal tahun 2026 FRB mengadakan rapat apa pun, maka saya akan pamit dan mengundurkan diri,” ujar Husen.

Meski mundur dari kepengurusan, penulis buku Jejak Kritik itu menegaskan bahwa keputusannya tidak mengurangi rasa hormat dan kebersamaan yang telah terjalin selama ini di tubuh FRB.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada kepemimpinan sebelumnya serta ucapan selamat kepada ketua FRB yang baru.
“Saya mengucapkan selamat kepada H. Moh. Rofiq atas amanah sebagai ketua FRB yang baru. Secara pribadi, saya juga berterima kasih kepada Pak Irfan yang telah bersama-sama berproses dan berjuang membesarkan FRB,” ucapnya.

Lebih lanjut, Husen menjelaskan bahwa pengunduran dirinya dilatarbelakangi keinginannya untuk lebih fokus mengembangkan bidang literasi dan edukasi, melalui pembentukan forum baru yang berorientasi pada diskusi dan proses belajar bersama.
“Ke depan saya berencana membentuk forum sendiri yang lebih fokus pada diskusi dan penguatan sumber daya manusia,” jelasnya.

Sebagai gambaran awal, Husen mengungkapkan konsep wadah diskusi yang akan digagasnya dengan nama Diskusi Plat M, singkatan dari Planning and Listening Milenial.
“Plat M artinya Planning and Listening Milenial. Kita ingin menggali dan mendengarkan apa yang menjadi aspirasi generasi muda, baik milenial maupun Gen Z. Semua gagasan itu akan menjadi tabungan perencanaan masa depan bersama,” terangnya.

Menurut Husen, forum tersebut akan menjadi ruang terbuka bagi anak muda untuk menyampaikan pandangan terkait isu-isu strategis, mulai dari persoalan sosial ekonomi, pendidikan, hingga pemerintahan.
“Zaman sudah berubah. Kita sudah masuk era digital, serba teknologi, bahkan era kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Pola lama tentu perlu dievaluasi,” pungkasnya.
(tim)