Kamar Tidur di Klatak Terbakar Akibat Sambaran Petir, Damkarmat Banyuwangi Bergerak Cepat Padamkan Api

BANYUWANGI – Satu unit kamar tidur milik warga di Lingkungan Klatakan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, dilalap si jago merah pada Selasa (4/11/2025) siang. Diduga kuat, kebakaran tersebut dipicu oleh sambaran petir yang menyebabkan korsleting listrik pada stop kontak di dalam kamar.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Warga yang pertama kali melihat kobaran api adalah Andriyani, tetangga korban. Ia segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi melalui call center.

Tak butuh waktu lama, laporan masuk pada pukul 12.12 WIB dan tim pemadam langsung meluncur ke lokasi tiga menit kemudian. Petugas tiba di lokasi pukul 12.25 WIB dan langsung melakukan pemadaman dengan menggunakan satu nozzle yang difokuskan pada titik api di kamar tidur.

“Api berhasil kami padamkan dalam waktu sekitar empat menit, tepatnya pukul 12.29 WIB. Setelah itu dilakukan pendinginan dan pembongkaran kasur untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa,” ujar Arifin dari Bidang Pemadam dan Penyelamatan Damkarmat Banyuwangi.

Berdasarkan keterangan saksi, Sutrisno (50), warga sekitar melihat kilatan petir menyambar rumah korban sebelum muncul api dari arah kamar tidur. “Rumah dalam keadaan kosong saat kejadian, karena pemiliknya, Sari (50), sedang tidak berada di rumah,” tambahnya.

Petugas menyimpulkan bahwa penyebab kebakaran berasal dari percikan listrik akibat sambaran petir yang menimbulkan lonjakan tegangan hingga memicu kebakaran. Beruntung, api cepat tertangani sehingga tidak merembet ke bagian rumah lain.

Kerugian materi akibat peristiwa ini ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta. Dalam operasi pemadaman, turut terlibat unsur Regu Brama 3, Sekretariat, Bidang Pemadam dan Penyelamatan, Humas Damkarmat, Polsek Kalipuro, serta warga sekitar.

“Respons cepat masyarakat yang segera melapor dan membantu proses awal pemadaman sangat membantu kami dalam mencegah kebakaran lebih besar,” pungkas Arifin. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *