Actanews.id – Proyek pemeliharaan/relokasi los pasar penjual daging, di pasar Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi menuai keluhan dari para pedagang. Pembangunan yang seharusnya memfasilitasi para pedagang ikan dan daging tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan.
Ketika hujan turun, area pasar justru tergenang air dan tidak mengalir ke saluran drainase yang seharusnya berfungsi dengan baik.
Seorang pedagang ikan yang tidak ingin disebutkan namanya mengeluhkan kondisi tersebut.Tampak digambar dan video saat hujan turun, air menggenang tidak mengalir semestinya ke saluran air. Membuat para pedagang ikan pun mengeluh dan teriak, ‘gimana CV-nya ini, air menggenang, gimana ini?'”

Proyek ini dilaksanakan oleh CV. Mitra Podo Moro dengan nilai kontrak sebesar Rp 176.000.000,00 dari APBD 2024, melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi. Pihak terkait diharapkan bisa mengoptimalkan pelaksanaan proyek tersebut dan tidak hanya sekadar menyelesaikan pekerjaan.
Menanggapi keluhan ini, Agung Bramantyo, Ketua Komunitas Pemerhati Banyuwang (KPB) berharap pihak kontraktor dapat bekerja secara profesional.
“Proyek yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah ini semestinya memiliki kualitas yang cukup baik.Yang jelas, proyek ini harus dibangun sesuai spesifikasi RAB dan jangan asal dibangun, agar ke depannya tidak menimbulkan masalah,” ujarnya, Sabtu (8/6/2024).
Agung menegaskan bahwa saluran air yang tidak berfungsi semestinya dan genangan air saat hujan sangat merugikan para pedagang. Ia juga mencurigai adanya kejanggalan dalam pembangunan pemeliharaan dan relokasi pasar ini.
“Saya pastikan dalam waktu dekat ini akan saya tindak lanjuti untuk bahan pelaporan. Saya juga menduga di kegiatan tersebut tercium bau korupsi anggaran pemerintah,” tambahnya.
Permasalahan ini membutuhkan perhatian serius dari pihak terkait agar pembangunan Pasar Rogojampi dapat memberikan manfaat maksimal bagi para pedagang dan masyarakat sekitar.
