Actanews.id – Warga Kecamatan Rogojampi dan Blimbingsari di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kondisi jalan utama penghubung 2 Desa, Rogojampi Maras – Karangbendo Pancoran, atau jalan menuju Masjid Jami’ Al-Fatah, yang mengalami kerusakan parah selama sekitar 4 tahun terakhir. Meski 3 tahun lalu pernah ada upaya penambalan, kondisi jalan sepanjang sekitar 600 meter ini cepat kembali rusak, bahkan menyebabkan beberapa pengendara terjatuh, terutama saat malam hari, karena terperosok lubang.
Cahyo (45), seorang warga Maras Rogojampi, menjelaskan bahwa kerusakan jalan ini mulai terjadi 5 tahun lalu akibat banyaknya dump truk yang melintas setelah adanya galian pasir di barat lokasi. “Rusaknya sudah lama, sekitar lima tahun lalu. Mohon kepada pemerintah untuk segera memperbaiki. Setiap hari warga di sini melewati jalan rusak ini untuk aktivitas dan ke masjid, dan saya tahu sendiri, pernah terjadi kecelakaan di jalan itu,” ungkap Cahyo.

Melihat kondisi ini, Ketua Komunitas Pemerhati Banyuwangi (KPB) di Rogojampi, Agung Brahmantyo angkat bicara.
Selain mengapresiasi peran media yang menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah, Agung juga mengkritisi sikap pemerintah yang dirasa kurang perhatian.
“Saya bangga dengan peran media yang bisa menyuarakan kebenaran kepada publik. Sebagai Ketua KPB, saya merasa malu jika tidak berjuang bersama untuk Kabupaten tercinta ini. Kami meminta agar pemerintah segera memperbaiki jalan rusak berlubang di Desa Rogojampi ini,” tegas Agung, Jumat (7/6/2024).
Agung menambahkan, pentingnya perbaikan jalan ini bukan hanya untuk kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, tetapi juga sebagai akses penting bagi masyarakat beraktivitas sehari-hari karena merupakan jalan penghubung antara dua desa terdekat.
“Kondisi ini sangat ironis, jika kabupaten yang penuh prestasi namun jalan yang telah lama rusak tidak diperhatikan. Jalan adalah aspek penting yang menjadi atensi utama bagi masyarakat dan pemerintah,” tambahnya.
“Pemerintah wajib segera memperbaiki jalan yang membahayakan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Namun, sampai saat ini pemerintah seolah apatis dan tidak melakukan langkah signifikan terhadap kerusakan jalan di wilayah Desa Rogojampi ini,” pungkas Agung.
