254 Siswa MTs Nurul Iman Ikuti Hybrid Workshop Penulisan Pentigraf

Banyuwangi , Actanews.id  — Sebanyak 254 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Iman, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, mengikuti kegiatan Hybrid Workshop Penulisan Cerpen Tiga Paragraf (Pentigraf) yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025, bertempat di aula MTs Nurul Iman.

Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di aula MTs Nurul Iman dan daring melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh peserta dari madrasah lain di Kabupaten Banyuwangi.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, yang hadir secara daring. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pentigraf bukan sekadar cerita pendek, melainkan media pembentukan karakter melalui bahasa yang ringkas, padat, dan bermakna. Menurutnya, kekuatan utama pentigraf terletak pada kemampuan penulis menghadirkan karakter dan pesan secara utuh dalam kalimat yang tidak panjang, sehingga sangat relevan untuk penguatan literasi sastra di kalangan siswa madrasah.

Ketua Panitia HAB ke-80 Kementerian Agama RI Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Dr. Fathurrahman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan keistimewaan bagi siswa madrasah di Banyuwangi karena mendapatkan pelatihan literasi yang bernilai dan tidak selalu tersedia di tempat lain. Ia juga berbagi pengalaman pribadinya sebelum menjadi ASN, ketika menekuni dunia jurnalistik tanpa pernah mendapatkan pelatihan literasi seperti yang kini dinikmati para siswa. Menurutnya, pelatihan yang digelar bersama Lentera Sastra Banyuwangi ini sangat berharga, terutama dalam menumbuhkan kemampuan literasi dan jurnalistik bagi anak-anak madrasah.

Narasumber utama kegiatan, Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, hadir secara langsung (offline) di aula MTs Nurul Iman, sehingga para siswa dapat berinteraksi secara langsung. Kehadiran narasumber secara luring ini menjadi keunikan tersendiri dibandingkan peserta lain yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.

Kepala MTs Nurul Iman, Saiful Munir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyebutkan bahwa MTs Nurul Iman menjadi satu-satunya MTs yang menghadirkan narasumber secara langsung. Menurutnya, kehadiran narasumber di tengah-tengah siswa diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar, khususnya dalam bidang literasi. Ia menegaskan bahwa literasi merupakan kebutuhan mendasar, termasuk di lingkungan pesantren, karena pemahaman terhadap bahasa menjadi kunci dalam mempelajari kitab-kitab klasik dan bekal tampil di tengah masyarakat.

Selain Syafaat, narasumber lain dalam workshop ini adalah Nurul Lutfia Rohmah dari Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Banyuwangi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara teknis dan praktis tentang penulisan pentigraf, mulai dari ide, penguatan konflik, hingga penutup yang memberi kesan mendalam dalam tiga paragraf singkat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan literasi sastra siswa madrasah semakin berkembang, sekaligus menumbuhkan kepekaan berbahasa, daya imajinasi, dan karakter positif yang dapat menjadi bekal mereka di masa depan. (Syaf)