Actanews.id – Menjelang pengumuman hasil resmi Pemilu 2024, Ketua Komunitas Pemerhati Banyuwangi (KPB), Agung Surya Wirawan, mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam kontestasi Pilkada untuk siap menerima hasil apapun. Ia menekankan pentingnya sikap dewasa, dengan bersikap bijak dalam berpolitik dan tawakal setelah berusaha maksimal, demi persatuan, kesatuan dan kedamaian masyarakat Banyuwangi
“Saat ini kita semua sedang melakukan cooling down dan calm down, tapi jangan go down,” ujar Agung dalam keterangannya kepada media, Minggu (1/12) sore. Ia menambahkan bahwa setelah melalui masa kampanye dan pemungutan suara, para kandidat perlu mendinginkan suasana, introspeksi, dan tetap bersemangat meski tidak terpilih.
Agung menyoroti dinamika di media sosial dan grup WhatsApp pasca Pilkada. Ia menyebut bahwa tensi komunikasi di beberapa ruang digital bahkan lebih panas dibandingkan masa kampanye. Masih ditemukan hoaks dan banyak ungkapan dan kata-kata kasar yang dapat memicu fitnah serta mencerminkan ketidak kdewasaan demokrasi.
“Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua, terutama para kandidat dan tim sukses masing-masing untuk mengedukasi para pendukungnya, bahwa Pilkada adalah bagian dari proses demokrasi, bukan ajang permusuhan,” tegasnya.
KPB menilai bahwa para kandidat, baik yang menang maupun yang kalah, memegang peran penting sebagai teladan perdamaian dan pemersatu sosial. Menurut Agung, Pilkada seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat rasa persatuan dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua pihak.
“Kemenangan sejati dalam Pilkada bukan soal siapa yang berkuasa, tapi sejauh mana proses ini mampu menciptakan kesejahteraan bersama dan memperkuat rasa persatuan. Demokrasi yang ideal adalah siap menang, siap kalah, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Agung juga menyampaikan bahwa pihaknya (KPB) akan melakukan konsolidasi internal untuk menentukan peran konkrit dalam mendukung program pembangunan Banyuwangi, secara independen, tanpa memandang siapa yang terpilih sebagai bupati.
“Kami berkomitmen untuk tetap menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah demi kemajuan Banyuwangi, tanah kelahiran yang kita cintai bersama ini ,” ujarnya.
