137 Ton Beras SPHP Dilepas di Jayapura, Satgas Pangan Polda Papua Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri

Jayapura,  Actanews.id  – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Papua bersama sejumlah instansi terkait resmi melepas distribusi sebanyak 137 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari gudang Bulog di Jayapura, Jumat (13/3/2026). Distribusi tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan gerakan pasar murah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pelepasan distribusi dipimpin langsung oleh Kasatgas Pangan/Saber Pangan Papua, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, terutama saat permintaan masyarakat meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Dalam keterangannya, Rama menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan pasar murah yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
“Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Polda Papua bersama pimpinan Bulog dan Dinas Perdagangan Provinsi hari ini melepas distribusi beras SPHP dalam rangka gerakan pasar murah serentak di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Papua,” ujarnya.

Sebanyak 137 ton beras SPHP tersebut akan didistribusikan ke wilayah Papua Raya, yang mencakup tiga provinsi, yakni Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Program ini diharapkan mampu menekan potensi lonjakan harga beras sekaligus menjaga ketersediaan stok di tingkat masyarakat.

Menurutnya, mekanisme distribusi dilakukan melalui jaringan gudang Bulog di masing-masing daerah dengan melibatkan jajaran kepolisian resor (Polres) setempat. Hal ini bertujuan memastikan penyaluran berjalan lancar, tepat sasaran, serta bebas dari praktik penimbunan maupun permainan harga oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Polres mengambil langsung dari kantor atau gudang Bulog setempat. Untuk daerah yang memiliki akses cukup jauh, Bulog akan mengirimkan langsung ke Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Papua agar kemudian didistribusikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain menjaga stabilitas harga, program pasar murah juga bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Langkah ini dinilai strategis untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pangan menjelang perayaan Idul Fitri.

Rama menambahkan, Satgas Pangan Polda Papua akan terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap distribusi dan peredaran bahan pangan di pasar. Pengawasan tersebut meliputi ketersediaan stok, harga jual di pasaran, hingga kualitas dan keamanan pangan yang beredar di masyarakat.
“Pengawasan akan terus kami lakukan bersama instansi terkait agar distribusi pangan berjalan baik, harga tetap stabil, dan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok,” tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau para pelaku usaha dan distributor agar tidak melakukan praktik penimbunan maupun kenaikan harga secara tidak wajar, karena dapat merugikan masyarakat serta melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

Dengan adanya distribusi beras SPHP melalui program pasar murah ini, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah Papua Raya dapat terpenuhi dengan baik sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Fitri.